Tim Nasional Pakistan
Team sepak bola nasional Pakistan sebagai wakil sepak bola perkumpulan Pakistan dalam acara sah FIFA serta dikontrol oleh Asosiasi Sepak Bola Pakistan, tubuh pengontrol sepak bola di Pakistan. Tanah asal Pakistan ialah Stadion Punjab, Lahore. Pakistan jadi anggota FIFA di tahun 1948 masuk dengan Konfederasi Sepak Bola Asia. Timnas Pakistan lakukan kiprah di tahun 1950.
Pakistan ikuti Kejuaraan Asosiasi Sepak Bola Asia Selatan serta Laga Asia Selatan, yang akan ditukar 2 tahun sekali. Pakistan memenangi Piala Colombo di tahun 1952. Pakistan mempunyai rekor besar di Olimpiade Asia Selatan, memenangi empat medali emas di tahun 1989, 1991, 2004, 2006 serta memenangi satu medali perunggu di tahun 1987 semasing.
Lepas dari catatan prestise serta riwayat ini untuk salah satunya hegemon Asia pada 1950-an, selama ini, Pakistan tidak pernah tampil di kompetisi besar apa saja di luar teritori Asia Selatan, tidak sama dengan lawannya India serta Bangladesh walau tidak satu juga dari mereka yang sempat maju ke Piala Dunia. , sejumlah besar sebab impak berat kriket di Pakistan serta pada umumnya, Asia Selatan.
Pakistan lakukan kiprah internasional pada tour ke Iran serta Irak pada Oktober 1950. Pakistan kehilangan laga pertama kalinya 5-1 menantang Iran. Rekreasi internasional Pakistan selanjutnya tiba di Piala Colombo dimana team mainkan laga pertama menantang India yang usai dengan hasil seimbang tanpa ada gol. Semasa 50-an, Pakistan bermain internasional di edisi Piala Colombo berikut yang dimainkan di India di tahun 1954, selanjutnya Pakistan Timur di tahun 1955, serta Asian Games di Filipina di tahun 1954 serta di Jepang di tahun 1958.
Awal 1960-an serta 1970-an
Pada awal 1960-an, Pakistan membuahkan salah satunya pemain paling baik yang sempat menghiasi lapangan dalam Riwayat Sepak Bola Pakistan, Abdul Ghafoor Majna dipanggil "Pele Pakistan" serta "Mutiara Hitam Pakistan". Ghafoor ialah sisi dari penataan team sepak bola nasional Pakistan saat ada di 10 team paling atas Asia. Menurut The Kilat Podium, ia ialah "orang paling akhir yang masih tetap hidup dari hari-hari saat team sepak bola Pakistan lumayan baik untuk menaklukkan Uni Soviet, UEA serta Cina - jauh dari situasi saat ini." [6]
Itu 3 tahun sebelum Pakistan mainkan laga bersaing yang lain, saat mereka bermain di Piala RDC pertama serta usai ke-3. Di tahun 1967, mereka mainkan rangkaian laga pertemanan menantang Arab Saudi, semua usai seimbang. Selanjutnya di tahun itu Pakistan kehilangan kwalifikasi Piala Asia mereka menantang Burma serta Khmer serta bermain seri paling akhir menantang India. Mereka selanjutnya jadi tuan-rumah Piala RDC ke-2 serta usai di posisi ke-3, termasuk juga kekalahan 4–7 dari Turki. Di tahun 1969, mereka lakukan perjalanan ke Iran untuk ambil sisi dalam kompetisi pertemanan, dimana mereka menang 2-1 menantang Irak serta rekor kekalahan 7-0 oleh Iran.
Untuk dari hasil Perang Pembebasan Bangladesh 1971, Pakistan Timur jadi Republik Rakyat Bangladesh serta mengakibatkan team Pakistan kehilangan hak untuk menyebut beberapa pemain Bengali. Pada awal 1970-an, keterlibatan timnas terbatas pada Piala RDC serta Asian Games 1974, serta satu laga pertemanan menantang Korea Selatan pada 1978. Hasil yang sangat mencolok dalam periode ini ialah hasil seimbang 2-2 menantang Turki.
1980–1990 (Bangun serta jatuh)
Dalam Piala Raja di tahun 1982, Pakistan amankan hasil seimbang tanpa ada gol menantang Indonesia, clean sheet pertama team semenjak 1962. Sesudah kalah dari Thailand, mereka mencetak kemenangan 3-2 menantang Malaysia serta walau mereka kalah dalam laga dekat menantang China, mereka dapat menang 1-0 di laga paling akhir mereka menantang Singapura.
Pakistan jadi tuan-rumah kompetisi pertemanan yang menyertakan Iran, Bangladesh, Oman serta Nepal di tahun 1982. The Green Shirts diawali dengan 2-1 atas Bangladesh. Mereka kalah dari Iran, tapi kembali lagi serta menaklukkan Nepal 2-0. Laga paling akhir menantang Oman usai nihil-nol serta Pakistan akhiri kompetisi untuk runner-up. Tetapi, di tahun 1984, timnas kehilangan 4 dari 5 laga di kwalifikasi Piala Asia, salah satu kemenangan yang tiba menantang Yaman Utara 4-1.
Timnas mengadakan kompetisi lain di tahun 1985, kesempatan ini mengundang Korea Utara, Indonesia, Bangladesh, serta Nepal. Hasil seimbang tanpa ada gol menantang Korea Utara menggerakkan team, serta mereka menaklukkan Nepal 1-0. Tetapi, kekalahan dalam dua laga paling akhir menantang Bangladesh serta Indonesia bermakna mereka menjadi lagi runner up. Di Asian Games Selatan, Pakistan usai di posisi ke-4 sesudah kalah beradu penalti dari Nepal.
Di Asian Games 1986, Pakistan kehilangan semua laga mereka. Tetapi, satu tahun selanjutnya team itu semakin sukses di Asian Games Selatan, memenangi laga medali perunggu menantang Bangladesh 1-0. Di tahun 1988, mereka kehilangan semua kwalifikasi Piala Asia mereka. Pakistan lakukan usaha pertama mereka untuk maju ke Piala Dunia di tahun 1989. Tetapi, mereka tidak bisa memenangi laga mereka. Timnas kembali bangkit, saat beberapa waktu selanjutnya mereka ambil Emas di Asian Games Selatan, menaklukkan Bangladesh 1-0 di final.
1990-an-2003 (Tolak)
Pakistan keluar lagi lebih dini di Asian Games, kehilangan ke-3 laga pada 1990. Di Asian Games 1991, Pakistan menaklukkan Maldives di final 2-0 untuk memenangi Emas ke-2 mereka. Selanjutnya di tahun itu, SAFF Cup pertama berlangsung, serta timnas finis di posisi ke-4, tapi pada Asian Games Selatan 1993, mereka tidak bisa melalui set penyisihan group.
Pada 1995, Pakistan keluar dari set group Piala SAFF sebab ketidaksamaan gol. Di antara 1996 serta 1997, team kehilangan semua laga kwalifikasi Piala Asia serta Piala Dunia mereka. Pakistan ada di posisi ke-3 dalam Piala SAFF 1997, karena kemenangan 1-0 atas Sri Lanka di playoff tempat ke-3. Piala SAFF 1999 membuat Pakistan finish di bawah group mereka, serta Pakistan tidak berhasil keluar dari set penyisihan group final Asian Games Selatan untuk membuat laga internasional penuh.
Pakistan tidak bisa memenangi kwalifikasi Piala Asia 2000 mereka. Tahun selanjutnya Pakistan capai point pertama mereka dalam kwalifikasi Piala Dunia, karena hat-trick oleh Gohar Jaman dalam hasil seimbang 3–3 menantang Sri Lanka, tapi semua laga yang lain usai dengan kekalahan.