Tim Nasional Srilanka
Team sepak bola nasional Sri Lanka (Sinhala: ශ්රී ලංකා පාපන්දු කණ්ඩායම, Tamil: இலங்கை தேசிய கால்பந்து அணி) sebagai wakil Sri Lanka dalam sepakbola perkumpulan serta dikontrol oleh Asosiasi Sepak Bola Sri Lanka, tubuh sepak bola yang mengendalikan di Sri Lanka. Tanah asal Sri Lanka ialah Stadion Racathourse Sugathadasa Kolombo serta Stadion Kalutara. Team Sri Lanka diketahui untuk team sepak bola nasional Ceylon sampai 1972 saat Ceylon ditukar namanya jadi Sri Lanka.
Untuk anggota AFC, team belum membuat performa pertama mereka di final Piala Dunia FIFA atau final Piala Asia AFC. Mereka sempat jadi juara Asia Selatan, pada 1995. Seperti juga dalam tempat lain di sub-benua, sepak bola tingkat atas di Sri Lanka nampaknya ada di bawah bayang-bayang team kriket eksperimen negara itu. Tetapi, team itu capai step kwalifikasi ke-2 untuk Piala Dunia 2006. Di tahun yang sama, mereka jadi runner-up di Challenge Cup 2006.
Pada 2014, pada peringatan 75 tahun FFSL, Presiden FIFA Sepp Blatter berkunjung ke Sri Lanka serta buka stadion sepak bola baru di Jaffna. Semasa lawatan, Blatter menjelaskan ia tidak suka dengan perubahan Sepakbola di Sri Lanka serta jika faksi berkuasa belum ambil beberapa langkah yang cukup untuk memberikan dukungan sepak bola di pulau itu. Presiden AFC Sheikh Salman Bin Ibrahim Al Khalifa masuk dalam lawatan itu. [6]
Di set kwalifikasi Piala Dunia 2018, Sri Lanka kehilangan ke-2 laga menantang Bhutan serta tidak berhasil maju ke set selanjutnya. Tetapi, team sepak bola nasional Sri Lanka sudah sukses maju ke semi-final Kejuaraan SAFF 2015.
Sepak bola dikenalkan ke Sri Lanka (saat itu disebutkan Ceylon) oleh Inggris. Ada bukti jika itu dimainkan di Galle Face, wilayah berpasir dekat pantai, oleh prajurit Inggris yang diletakkan di Kolombo di tahun 1890-an. Permainan ini dimainkan di pekarangan barak di Echelon Square serta pangkalan militer (sekarang ini Hotel Taj Samudra).
Prajurit Inggris dari Royal Air Force, Royal Navy, Royal Engineers, Royal Artillery serta Royal Garrison Command mulai serta mempromokan sepakbola bersaing di Ceylon. Service administrasi Inggris serta komune penanaman dengan ketertarikan membawanya ke wilayah Tengah, Selatan, serta Atas Negara. Pada awal 1900, sepakbola yang bersaing mulai terkenal di golongan pemuda ditempat.
Permainan jadi terkenal serta club sepak bola lokal dibuat. St. Michael SC, Club Sepak Bola Havelock, Java Lane SC, Wekande SC, Moors FC, serta CH & FC, yang paling akhir ialah monopoli Eropa, ialah klub-klub pertama di Columbo. Harlequins FC serta Saunders SC selekasnya masuk. Piala kompetisi awal ialah De Mel Shield serta Times of Ceylon Cup.
Sepak bola jadi terkenal di Provence selatan negara itu, tempat komune penanaman serta administrasi mempromokan permainan. Penanam Inggris T R. Brough di Deniyaya benar-benar mempromokan sepakbola di selatan di antara tahun 1910-1920, serta prajurit Inggris dari stasiun nirkabel Angkatan Laut di Matara menolong mempopulerkannya. [7]
Di tahun 1952, Ceylon jadi anggota FIFA serta mendapatkan peluang untuk bermain sepak bola pada tingkat internasional. Laga pertemanan internasional pertama negara itu dimainkan menantang India. Asosiasi Sepak Bola mengadakan kompetisi yang disebutkan Piala Colombo, yang menolong timnas untuk tingkatkan ketrampilan mereka serta berkompetisi dengan negara lain. Semenjak 1960-an, team sepak bola U-19 bersaing di kejuaraan AFC u19.
1990-an sampai saat ini
Pada 2015, Sri Lanka bermain untuk kali pertamanya di Piala Bangabandhu. Kompetisi ini diadakan oleh Asosiasi Sepak Bola Bangladesh. Timnas U-23 Thailand, Bahrain, Malaysia, serta Singapura berperan serta dalam kompetisi ini. Team sepak bola nasional Bangladesh serta Sri Lanka bersaing dalam kompetisi ini.
Sri Lanka diletakkan dalam group dengan Malaysia serta Bangladesh. Pada laga pertama, Sri Lanka bermain menantang team Malaysia. Malaysia memenangi laga 2-0. Laga ke-2 dimainkan menantang tuan-rumah Bangladesh. Sri Lanka kehilangan laga 1-0. Sri Lanka tidak berhasil cetak gol di kompetisi ini. Sesudah enam tahun performa yang jelek di atas lapangan sepak bola internasional, team sepak bola Sri Lanka sukses maju ke Semi Final SAFF Championship 2015. Perform jelek bersambung di Piala Kebersamaan . Mereka alami kekalahan mengagetkan lagi kesempatan ini oleh tangan Mongolia team rangking paling rendah di Asia. Untuk dari hasil kekalahan ini, Sri Lanka tersisih di Set Group kompetisi. [8]
Pada Juli 2018, Sri Lanka menyongsong tatap muka bersejarah saat mereka hadapi Lithuania, diikuti untuk kali pertamanya Sri Lanka akan hadapi team Eropa. Beberapa orang Sri Lanka sukses bermain seri 0-0 terhormat ke bagian UEFA tapi kalah 0-2 di tatap muka ke-2. [9] Tetapi, semasa kampanye Piala Dunia 2022, Sri Lanka alami performa jelek yang lain saat team itu jatuh 0-1 di Zhuhai ke Makau. Makau selanjutnya didiskualifikasi, sebab team menampik lakukan perjalanan ke Sri Lanka sesudah pemboman Paskah 2019 di Sri Lanka, [10] Sri Lanka dikaruniai kemenangan 3-0 untuk respon, hingga penuhi ketentuan untuk putaran ke-2 Piala Dunia untuk pertama-tama semenjak kampanye 2006. [11]
Di set ke-2, Sri Lanka tidak mujur harus bermain seri dengan empat peserta Piala Asia 2019, Korea Selatan, Korea Utara, Lebanon, serta Turkmenistan.
Pada bulan Februari 2020, Asosiasi Sepak Bola Sri Lanka memberitahukan pemilihan ahli Bosnia Amir Alagic untuk pelatih kepala timnas.